Buku Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil Gratis situs Berisi Buku Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil CARA CEPAT HAMIL cara mudah cepat hamil TEORI CEPAT HAMIL agar cepat hamil setelah keguguran PANDUAN CEPAT HAMIL

Selasa, 19 Juli 2016

Resiko Program Bayi Tabung



Segala hal yang di usahakan oleh manusia secara tidak alami memang memiliki resiko. Begitu juga dengan program bayi tabung.

Meski semakin banyak pasangan yang memiliki masalah kesuburan atau susah punya anak memanfaatkan metode bayi tabung dengan tingkat keberhasilan tinggi, hal ini bukan berarti tanpa resiko.

Program bayi tabung merupakan suatu teknik reproduksi rekayasa atau  berbantu dengan cara mempertemukan sel telur istri dengan sperma suami di luar tubuh atau melalui media cair. Karena terjadinya tidak alami, resiko program bayi tabung tentunya beragam.

Perlu diketahui bahwa proses bayi tabung bukanlah proses yang mudah, baik itu dari sisi medis maupun psikis pasangan. Sebelum memulai program bayi tabung, pasangan dituntut kesiapannya, dari segi mental dan biaya. Hal ini dikarenakan peluang untuk mendapatkan kehamilan ddengan proses bayi tabung dipengaruhi oleh banyak faktor, sperti usia wanita, lamanya gangguan kesuburan, cadangan sel telur, riwayat kehamilan, dan juga tenaga medis dan peralatan yang digunakan.

Selain peluang kehamilan, ada beberapa risiko yang bisa saja terjadi pada pasangan yang sedang mengikuti bayi tabung, apakah itu metode IVF atau In vitro Fertilization, ICSI atau Intra Cytoplasmic Sperm Injection dan IVM atau In vitro Maturation.

Bedasarkan pendapat para ahli, ada beberapa resiko yang harus dipersiaplan oleh pasangan suami istri yang telah menetapkan untuk mengikuti program bayi tabung.

Resiko program bayi tabung yang pertama adalah kemungkinan terjadinya stimulasi terhadap ovarium atau indung telur secara berlebihan. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya penumpukan cairan di dalam rongga perut perempuan dan mengakibatkan beberapa keluhan, yaitu rasa mual, kembung, muntah dan  juga tidak nafsu makan.

Lalu bagaimana solusinya ?

cara cepat hamilSolusinya adalah pemantauan yang rutin pada masa stimulasi, sehingga resiko tersebut diharapkan tidak terjadi. Kalaupun tetap terjadi, ada tindakan pengelolaan yang tepat untuk mengatasi keadaan itu.

Resiko yang kedua adalah ketika pengambilan sel telur atau ovum yang dilakukan dengan menggunakan jarum akan menimbulkan resiko infeksi, pendarahan dan juga resiko  jarum mengenai usus, kandung kemuh ataupun pembuluh darah. resiko ini bisa diminimalisir dengan melakukan persiapan yang baik serta penduan teknologi ultrasonografi, agar keadaan tersebut dapat dihindari.

Hal-hal lain yang termasuk dalam resiko program bayi tabung adalah resiko kehamilan di luar kandungan dan resiko keguguran. Akan tetapi resiko-resiko tersebut bisa diatasi melalui pemberian hormon serta pemindahan embrio dengan menggunakan panduan ultrasonografi.

Wanita yang menjalani proses bayi tabung juga beresiko mengalami kejadian bayi kembar lebih dari 2 kali lebih besar. Resiko ini bisa meningkat karena banyak nya embrio yang ditempatkan ke dalam rahim.
Selain itu ini juga akan memberikan resiko persalinan prematur dengan memerlukan perawatan yang lama. Namun anda jangan kwatir, dengan pertimbangan yang matang mengenai usia istri serta pembatasan banyak embrio yang akan dimasukkan ke dalam rahim wanita, resiko tersebut dapat dikurangi.

Faktor resiko yang terakhir adalah mahalnya biaya yang akan dikeluarkan oleh pasangan yang menjalani proses bayi taung. Selain itu pasangan juga beresiko mengalami kelelahan fisik.

Yang paling penting untuk dipersiapkan adalah kesiapan mental pasangan, karena mereka beresiko mengalami stress emosional saat menyikapi antara harapan mereka dan kenyataan atau hasil program apabila tidak sesuai dengan harapan.


Oleh karena itu pasien pun juga diseleksi dan setelah itu diberi penjelasan yang holistik mengenai resiko, peluang  dan prosedur program bayi tabung yang akan mereka jalani. Dengan ini diharapkan pasangan paham dan mau menerima segala resikonya.

Tips Mendapatkan Anak Laki-laki atau Anak Perempuan


Anak laki-laki atau anak perempuan sama saja, yang penting sehat. Mungkin itu pendapat orang tua dulu, atau bagi mereka yang sulit mendapat anak. Tetapi untuk pasangan yang sudah dikaruniai anak, keinginan mereka adalah mendapatkan anak dengan jenis kelamin yang sesuai harapan mereka.

Hampir semua pasien saya yang ibu-ibu hamil, setelah melakukan pemeriksaan USG pasti akan bertanya, "jadi kelamin anak saya apa dok ? cowok yah ? atau cewek ?"

Pertanyaan ini hampir selalu saya temui setiap kali selesai melakukan USG.

Sebagian besar dari pasien saya berpendapat bahwa USG bertujuan untuk melihat jenis kelamin, bahkan tidak jarang mereka akan berpaling ke dokter lain bila si dokter tidak berhasil melihat jenis kelamin.

cara cepat hamilSangat jarang pasien menanyakan hal-hal seperti : bagaimana posisi janin saya, bagaimana denyut jantung bayi saya, apakah ada kelainan pada janin saya, apakah berat badannya sesuai dengan usia kehamilan, dll.

Padahal sebenarnya, hal-hal diatas tadi lebih penting untuk diketahui.

Tapi fenomena ini menunjukkan bahwa jenis kelamin masih merupakan sesuatu yang paling menarik perhatian pasangan suami istri.

Hadirnya anak laki-laki dan perempuan dapat melengkapi kebahagian sebuah keluarga  dan tentu akan berpengaruh juga terhadap perkembangan sosial dan mental sang anak.

Bila pasangan bisa mengatur jenis kelamin anak yang mereka rencanakan, secara tidak langsung dapat mendukung program keluarga Berencana (KB). Banyak sekali pasien yang tidak mau ber KB dengan alasan belum punya anak laki-laki atau sebaliknya., tidak peduli berapa anak yang sudah mereka miliki.

Sebenarnya pada cetakan pertama buku saya ini, saya belum membahas tentang tips bagaimana mendapatkan anak dengan jenis kelamin yang kita harapkan. Tapi ternyata begitu banyak pasien yang menanyakan masalah seputar hal ini.

Ternyata banyak juga pasien yang sudah pernah hamil , sudah punya anak tapi kesulitan untuk hamil lagi. Banyak dari mereka yang diam-diam mengharapkan anak ke dua dengan jenis kelamin perempuan dan sebagian lagi berharap anak laki-laki.

Akhirnya dalam buku cetakan terbaru ini saya memutuskan untuk membahas tentang pengaturan jenis kelamin anak. semoga ini bisa memuaskan banyak pasangan suami istri yang mengharapkan anak dengan jenis kelamin yang mereka inginkan.

Tapi jangan di lupakan yang satu ini :

Tentu saja sebagai umat beragama kita semua menyadari bahwa masalah pengaturan jenis kelamin ini ditentukan oleh Tuhan YME, bahkan teori-teori (dan beberapa mitos) di bawah ini pun belum dapat dibuktikan secara ilmiah, tetapi tidak ada salahnya dicoba karena yang paling penting adalah : Saya menjamin tidak akan membahayakan ibu dan janin.

Sebelum kita mulai dengan profram perencanaan jenis kelamin, pertama kita mengenal dulu dua jenis sperma yang menentukan jenis kelamin, yaitu sperma x dan sperma y.

Sperma Y yang membawa jenis kelamin laki-laki, dan sperma X untuk jenis kelamin perempuan. Sperma X dan Y mempunyai karateristik yang berbeda:

1. Sperma X : Gerakannya lambat, tetapi masa hidupnya lebih panjang dan lebih tahan lama
2. Sperma Y : Gerakannya cepat , lebih rentan, mudah rusak dalam lingkungan asam dan masa hidupnya lebih pendek.

Baiklah kelihatannya anda sudah mulai penasaran gimana caranya ya...  :D

Tips-tips berikut ini berdasarkan kedua sifat sperma di atas:

* Waktu berhubungan Intim

Jenis kelamin laki-laki (Sperma Y)

Karena sifat sperma Y yang mudah rusak oleh lingkungan asam, maka dianjurkan untuk berhubungan disaat ovulasi atau sedekat mungkin dengan waktu Ovulasi, misalnya sehari sebelum ovulasi.

Cara menghitung masa subur atau ovulasi bisa anda baca dalam bagian lain dalam buku saya ini. Saat ovulasi, lingkungan vagina menjadi basa (bukan Basahhh ya bu/pak, mohon dibedakan ) .  :D

Basa itu artinya tidak berada dalam kondisi asam. jadi sekali lagi ini bukan salah ketik dan bukan berarti basah. Kondisi basa menguntungkan sperma Y, dan gerakan sperma Y yang lebih lincah akan dengan cepat membuahi sel telur.

Jenis kelamin Perempuan (Sperma X )

Sebaiknya bila anda menginginkan anak perempuan, maka hubungan intim sebaiknya dilakukan tiga hari menjelang ovulasi, dan tidak berhubungan intim lagi sesudahnya. Sehingga saat masa ovulasi, sperma Y sudah mati dan hanya sperma x yang akan membuahi sel telur.

Tetapi bila anda berhubungan lagi setelahnya, maka sperma Y baru yg akan membuahi sel telur, karena gerakannya yang cepat.


* Posisi Dalam Berhubungan Intim

Jenis Kelamin Laki-laki

Sebenarnya apapun posisinya, prinsipnya adalah dapat memberikan penetrasi yang dalam sehingga mempercepat sperma mencapai sel telur.

Ada beberapa sumber yang menganjurkan posisi doggy style adalah posisi terbaik untuk mempermudah pembuahan oleh sperma Y. Tetapi posisi klasik misionaris pun bisa, dengan cara mengganjal pinggul wanita dengan bantal.

jenis kelamin perempuan 

Sama halnya dengan jenis kelamin laki-laki, posisi apapun asal penetrasi tidak terlalu dalam, karena sifat sperma X yang mirip pelari marathon, lambat tetapi tahan lama, maka perjalanan sperma yang tidak terlalu cepat lebih menguntungkan sperma X karena sperma Y sudah lebih dahulu mati sebelum mencapai tujuannya.


* Orgasme

Jenis kelamin laki-laki

Saat orgasme, wanita juga mengeluarkan cairan yang membuat kondisi vagina menjadi lebih basa. Jadi untuk membuat sperma Y tiba ditujuan dengan selama sebelum sperma X, usahakan agar wanita mencapai orgasme lebih dulu daripada pria.

Memang jarang wanita dapat mencapai orgasme sebelum pria, mungkin hal ini yang menjelaskan mengapa jumlah wanita lebih banyak dari pada pria. Karena lebih mudah mendapatkan anak perempuan daripada anak laki-laki.

Jenis kelamin perempuan

Sebaliknya, bila menginginkan anak perempuan, suami diperbolehkan orgasme sebelum istri, sehingga kondisi vagina yang masih asam diharapkan dapat membunuh sperma Y sebelum mencapai sel telur, dan hanya sperma X yang akan membuahi sel telur.

* Makanan

Jenis kelamin laki-laki

Beberapa sumber berpendapat bahwa makanan yang mengandung natrium dan kalium dianjurkan bagi mereka yang menginginkan anak laki-laki. Kalium dan natrium banyak terdapat pada makanan yang asin, daging, ikan, nasi sayuran dan buah seperti pisang dan nanas.

Walaupun hal ini belum terbukti secara ilmiah, tetapi ada literatur yang mengatakan keberhasilan metode ini dapat mencapai 80% bila diet dilakukan dengan ketat.

Jenis kelamin perempuan

Untuk anda yang ingin memperoleh anak perempuan, dianjurkan untuk memperbanyak konsumsi kalsium dan magnesium. Karena kalsium dan magnesium dipercaya dapat menarik sperma X. Sumber Kalsium dan magnesium bisa anda dapatkan dari susu, sayuran (wortel, terong, bawang bombay, mentimun, seledri) serta buah apel, pir dan stroberi.

* Metode Lain

selain tips-tips sederhana diatas, ada beberapa cara lain untuk mendapatkan jenis kelamin yang diinginkan. Metode berikut lebih rumit dan membutuhkan biaya yang besar.

Inseminasi buatan

Inseminasi buatan dapat memberikan hasil yang lebih akurat. Pertama, sperma ditampung dalam gelas, kemudian sperma akan disaring dengan sebuah media khusus untuk memisahkan sperma X dan Y. Sperma yang telah dipisahkan ini, kemudian disuntikan kedalam rahim istri yang sedang dalam masa subur, sesuai tipe sperma yang diinginkan. Keberhasilan metode ini 85% untuk jenis kelamin perempuan dan 80% untuk jenis kelamin laki-laki.

Preimplantation Genetic Diagnosis (PGD)

PGD adalah metode yang terbaik karena tingkat keberhasilannya dapat mencapai 99%, tetapi prosedurnya lebih rumit. Pertama, embrio dibuat dilaboratorium dengan mempertemukan sperma dan sel telur, lalu dianalisa struktur sel dan DNA nya. Setelah embrio membelah diri, tiga dari embrio diambil dan dianalisis materi genetik serta DNA nya.

Setelah jenis kelamin embrio diketahui, embrio dengan jenis kelamin yang diinginkan kemudian dimasukkan kedalam rahim melalui prosedur bayi tabung (In Vitro Fertilization).

































Penanganan Infertilitas



Penanganan infertil berdasarkan penyebab yang ditemukan oleh dokter dari pemeriksaan yang sudah dilewati secara menyeluruh.

Penanganan dapat berupa obat-obat penyubur atau obat-obat hormonal untuk mengatasi gangguan ovulasi, antibiotik bila penyebabnya adalah infeksi, suplemen untuk suami bila masalah pada sperma, tindakan operasi bila terdapat kelainan atau sumbatan pada organ reproduksi, sampai pada program bayi tabung bila hambatan tidak dapat diperbaiki lagi.

1. Obat Penyubur.

cara cepat hamilMembahas tentang obat penyubur ini saya harus menekankan untuk benar-benar berkonsultasi dengan dokter sebelum mengkonsumsinya.

Ada beberapa macam usaha yang biasa dilakukan oleh pasangan suami istri untuk segera mendapatkan momongan. Salah satunya adalah dengan jalan sang istri mengkonsumsi obat-obatan penyubur.

Saya sarankan untuk berhati-hati dengan yang namanya obat penyubur karena jenis obat-obatan ini seringkali mengakibatkan efek samping yang cukup membahayakan. Kematian bayi dan kecacatan janin adalah dua efek samping terburuk yang bisa saja terjadi pada bunda yang kerap mengkonsumsi obat-obatan penyubur.

Saya selalu menyarankan kepada pasien-pasien saya untuk tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan untuk mengkonsumsi obat-obatan penyubur.

Perlu anda ingat seperti yang telah saya jelaskan di bagian-bagian awal buku ini bahwa infertilitas disebabkan oleh banyak faktor antara lain bisa karena infeksi, penyumbatan saluran telur, endometriosis, gangguan kondisi rahim atau karena beberapa faktor lainnya. Itulah hal-hal yang paling sering menyebabkan infertilas. Jadi bukan semata-mata karena pihak istri tidak subur. 

didalam masyarakat kita terdapat sebuah pandangan dimana ketika pasangan suami istri belum mendapatkan anak dalam jangka waktu yang cukup lama, maka sang istri akan dinasihatkan untuk segera minum obat penyubur.

Saya yakin di lingkungan anda juga demikian, pasti beberapa sanak keluarga sudah menyarankan berbagai obat penyubur baik yang tradisional maupun obat-obatan medis.

Saya dengan tegas menyarankan anda untuk tidak mengkonsumsi obat penyubur jenis apapun sebelum meminta pertimbangan dari dokter.!!

Apabila dokter memutuskan bahwa anda boleh mengkonsumsi obat penyubur, maka anda akan diberi obat pemicu ovulasi (sistem kerja obat ini adalah dengan memecahkan telur) yang berupa tablet dan suntikan.

Tablet biasanya menjadi pilihan untukdiberikan kepadan pasangan suami istri yang usianya masih berkisar 20 sampai 30 tahun. Usia di atas kisaran tersebut biasanya diberi obat berupa suntikan.

Obat penyubur ini dikenal dengan nama klomifen sitran. Obat ini mengandung hormon yang akan membantu meningkatkan kesuburan anda. Klomifen sitrat diberikan pada hari pertama haid, karena efeknya yang lama sehingga bila diberikan pada hari ke 5 atau ke 9 siklus haid, kemudian terjadi ovulasi dan kehamilan sementara klomifen sitrat masih berada dalam tubuh, maka dapat menyebabkan terjadinya kelainan pada janin.

Dengan pemberian obat klomifen sitrat, diperoleh angaka kehamilan yang rendah, hanya 30% walaupun angka ovulasi cukup tinggi yaitu 60-95%. Mengapa hal ini terjadi? Para ahli menduga ini disebabkan oleh pengaruh klomifen sitrat terhadap lendir mulut rahim yang menyebabkan gangguan pada pergerakan sperma.

Selama dalam masa anda mengkonsumsi obat ini perkembangan anda harus terus terpantau dengan baik oleh dokter. Maka dari itu anda harus kembali mengunjungi dokter setelah sebulan lamanya.

Apabila ternyata dosis satu siklus yang sudah diberikan tadi ternyata belum berhasil, maka dosis akan ditambah oleh dokter. Biasanya dari dosis semula 50 mg dinaikkan menjadi 100 mg.


Untuk obat yang disuntikkan adalah hormon yang mengandung FSH?LH atau bisa juga hanya FSH. Untuk satu kali suntikan dosisnya adalah 75 IU (international unit). Apabila dosis suntikan tadi ternyata belum membuahkan hasil, maka dokter akan menaikkan dosisnya menjadi 150 IU.

Dalam beberapa kondisi tertentu bahkan dokter biasa menaikkan dosisnya menjadi 225 IU, tentunya apabila dokter merasa peningkatan dosis tersebut memang benar-benar anda perlukan.

Pertanyaan yang kemudian sering timbul di sini adalah : manakah di antara keduanya yang lebih tinggi tingkat keberhasilannya: tablet atau suntik?

Tingkat keberhasilan antara keduanya sama saja. Tidak ada yang lebih baik dari yang lainnya. Seperti yang sudah saya jelaskan di atas, faktor yang menentukan apakah anda akan diberi tablet atau suntikan adalah usia anda.

Bila anda masih berusia antara 20 sampai 30 tahun dan anda langsung diberikan obat penyubur berupa suntikan, maka justru akan ada kemungkinan resiko. Anda bisa mengalami kehamilan ganda (kehamilan dalam jumlah lebih dari satu ataupun banyak) atau bahkan anda tidak hamil-hamil sama sekali.

Jadi memang anda harus selalu berkonsultasi dengan dokter untuk segala persoalan yang menyangkut obat penyubur ini karena resiko efek sampingnya cukup mengkhawatirkan. Dengan berkonsultasi dengan dokter, perkembangan anda akan terus dalam pantauan dokter sehingga resiko tersebut bisa jauh diminimalisir.

Obat-obat lainnya pada prinsipnya sama saja yaitu merangsang terjadinya ovulasi, hanya caranya yang berbeda.

2. Pembedahan

 Tindakan operasi terdiri dari berbagai macam tergantung kelainan yang ditemukan. Bila ditemukan tumor pada dinding rahim atau polip pada leher rahim, maka dilakukan operasi pengangkatan tumor tersebut.

Bila didapatkan kista pada indung telur, maka akan dilakukan pengangkatan kista. Bila ditemukan sumbatan pada kedua saluran telur pada saat pemeriksaan HSG, biasanya akan dilakukan operasi tuboplasty dengan cara membuka saluran telur yang tersumbat kemudian memasukkan benang khusus agar saluran tidak tertutup kembali.

Kadang-kadang, melalui laparaskopi ditemukan bercak-bercak endometriosis dan dokter akan melakukan tindakan untuk menghilangkan atau setidaknya mengurangi bercak-bercak tersebut.

3. Inseminasi Buatan

Tindakan ini dilakukan bila terdapat masalah pada sperma. Dengan bantuan kateter khusus, untuk mempermudah sperma bertemu dengan sel telur. Sperma dipilih yang terbaik kualitasnya, kemudian dimasukkan di leher rahim, rahim, atau saluran telur.

Inseminasi berasal dari bahasa latin yaitu inseminatus yang berarti penyampaian atau pemasukan. Secara garis besar inseminasi buatan diambil dari artificial insemination di mana artificial adalah kata yang berarti tiruan atau buatan.

Inseminasi ini dilakukan sekitar 24 hingga 48 jam sebelum ovulasi terjadi (masa paling subur).

Ada beberapa jenis inseminasi yang biasa dilakukan, antara lain :

IUI (Intra Uterine Insemination)
Dalam proses IUI, sperma disuntikkan melalui leher rahim ke dalam rahim. Sebelumnya sperma melakui tahap pencucian terlebih dahulu. Penyuntikan dilakukan dengan jarum suntik khusus, jadi anda jangan langsung membayangkan jarum suntik yang biasa anda lihat.

IUI ini adalah proses inseminasi yang paling sering dilakukan dengan presentase hasil yang cukup baik.

Namun tetap saja ada kondisi-kondisi tertentu dimana IUI seringkali menunjukkan keberhasilan yang rendah. Kondisi-kondisi tersebut antara lain usia wanita yang sudah lebih dari 38 thn, kualitas sperma yang buruk, wanita dengan endometriosis sedang atau berat atau wanita yang mengalami kerusakan tuba fallopi.


IVI (Intra Vaginal Insemination)

IVI merupakan proses inseminasi yang paling sederhana bila dibandingkan proses iseminasi yang lain. Prinsip kerjanya adalah dengan memasukkan sperma ke dalam vagina (sedekat mungkin dengan leher rahim). Dari segi persentase keberhasilan, proses IVI ini tidak sebatus IUI.

ICI (Intra Cervical Insemination)

Berbeda dengan IUI dimana sperma melewati tahap pencucian terlebih dahulu, di dalam proses ICI ini sperma tidak perlu dicuci (ini juga yang menyebabkan biaya proses ICI lebih rendah daripada IUI) namun sperma tersebut langsung ditempatkan di dalam leher rahim. Dalam praktiknya, ICI lebih sering dilakukan daripada IVI walaupun dari segi persentase keberhasilan tetap masih di bawah IUI.


ITI (Intra Tuba Insemination)

Sama dengan ICI, dalam proses ITI sperma juga tidak melalui tahap pencucian tapi langsung ditempatkan ke tuba Fallopi. Sperma dipindahkan ke tabung lewat kateter khusus. Namun, inseminasi ITI ini resikonya lebih besar dibanding dengan proses lain. Resiko yang kerap terjadi adalah infeksi dan trauma.

Para ahli juga masih memperdebatkan proses ITI dalam perbandingannya dengan IUI. Karena selain resiko yang lebih tinggi, biaya yang dikenakan juga relatif lebih tinggi dan persentase keberhasilannya tidak bisa diprediksi.

Resiko Inseminasi Buatan

Sekarang mari kita bahas tentang resiko dari tindakan injeksi sperma ini. Saya membahas faktor resiko ini bukan untuk menakut-nakutin anda, tapi tujuan saya adalah supaya anda dan pasangan anda bisa menjadikan informasi ini sebagai bahan pertimbangan.

Saya harap anda tidak khawatir dan mendadak panik yang berlebihan setelah masuk ke dalam pembahasan tentang "resiko". Saya sudah sering melihat pasangan suami istri yang menunjukkan ekspresi tegang ketika saya mulai menjelaskan tentang resiko suatu terapi. Padahal kalo dipikir-pikir, toh dalam setiap aktivitas kita sehari-harinya selalu ada faktor resiko, kan ?

Dalam menjalani kehidupan ini kita selalu di temani dengan sesuatu bernama resiko dalam setiap gerak gerik dan tindakan kita. Contohnya ketika anda sedang memotong kuku tentunya anda sadar dengan resiko jari anda bisa terluka bila anda tidak berhati-hati atau misalnya kegiatan para suami yaitu mencukur jenggot yang juga beresiko dagu lecet. Intinya semua kegiatan dan tindakan selalu memiliki resiko, demikian dengan tindakan iseminasi buatan ini.

Jadi mengenai resiko dari tindakan inseminasi buatan ini kembali anda perlu mengingat bahwa dalam prosesnya, sel sperma yang akan dimasukkan ke dalam rahim istri adalah sel sperma yang merupakan hasil seleksi terbaik menurut dokter atau tenaga ahli laboratorium. Jadi sangat berbeda dengan pembuahan alami dimana jutaan sel sperma berlomba-berlomba berenang untuk membuahi sel telur dan pemenangnya ditentukan dari persaingan secara alami diantara mereka.

Nah karena seleksi sel sperma dalam proses inseminasi buatan ini tidak berlangsung secara alami, sehingga ada resiko pemeilihan sel sperma yang "kurang bagus".

Mungkin anda jadi bertanya, yang di maksud dengan "kurang bagus" itu yang bagaimana?

Jadi dalam proses pemilihan sperma tadi, dokter atau petugas laboratorium bertumpu pada alat yaitu mikroskop. Dengan bantuan mikroskop ini, para dokter atau tenaga ahli laboratorium memisahkan mana sel sperma yang sehat dan yang kelihatan tidak sehat.

Tapi perlu anda ketahui bahwa ada hal-hal dari sperma yang tidak bisa dideteksi bahkan dengan bantuan mikroskop. Salah satunya adalah kerusakan/kelainan genetik.

Yang namanya kerusakan genetik dalam satu sel sperma tidak bisa kelihatan dari penampakan luar sel sperma. Inilah resiko yang bisa terjadi, ketika sel sperma yang mengalami kerusakan genetik yang terpilih untuk disuntikkan ke dalam rahim.

Inseminasi memiliki resiko yang lebih tinggi dalam melahirkan bayi cacat lahir karena adanya resiko penyuntikan sel sperma yang mengalami kerusakan genetik tadi.

Terkadang resiko masih terjadi walaupun segala prosedur sudah dilakukan dengan benar. Kembali saya ingatkan apa yang sudah barusan saya jelaskan beberapa menit yang lalu, bahwa kesalahan bisa terjadi saat pemilihan dilakukan oleh dokter atau tenaga ahli laboratorium karena kerusakan genetik sel sperma tidak bisa dideteksi dengan mikroskop.


Resiko cacat bawaan yang bisa terjadi antara lain bibir sumbing, kelainan tulang belakang, gagal jantung, kelainan ginjal dan pankreas dan down syndrome.

Namun satu hal yang perlu diingat bahwa inseminasi buatan adalah proses yang harus dilakukan dengan berlandaskan nilai moral dan etika.

Kita sudah sering mendengar kasus-kasus penyalahgunaan tindakan ini yang melibatkan pendonor sperma (bukan dari suami sah wanita yang bersangkutan) dan ini kebanyakan terjadi di negara-negara maju. Inseminasi ini adalah usaha untuk membantu pasangan suami istri yang mengalami masalah ketidaksuburan dan tidak boleh disalahgunakan.

4. Bayi Tabung

Bila semua cara tidak berhasil atau kerusakan tidak dapat diatasi dengan operasi, maka usaha terakhir adalah program bayi tabung.
Jika semua cara telah anda coba, namun hasilnya nol, maka sebaiknya anda mempertimbangkan program bayi tabung. Biaya yang dikeluarkan memang tidak sedikit, namun dengan peluang kehamilan yang besar, mengapa tidak dicoba?.

Bagi wanita sejati, kebahagiaan bisa hamil tak bisa diukur dengan materi. Artinya semahal apapun asalkan mampu, pasangan yang ingin sekali memiliki anak tidak akan ragu untuk mencoba opsi bayi tabung, ketika memang cara lain sudah tidak dapat membantu mereka.

Angka keberhasilan program bayi tabung untuk satu siklus sekitar 30-35% dan bisa ditingkatkan bila tindakan ini diulang dua kali. Namun tentunya biaya yang dibutuhkan akan lebih besar. 

Secara Garis besar, ada 5 tahapan pelaksanaan bayi tabung, yaitu :
1. Memantau dan menstimulasi pembentukan sel-sel telur yang sehat di dalam ovarium.
2. Pengaturan sel-sel telur
3. Pengambilan sperma
4. Mempertemukan sel-sel telur dengan sperma dalam laboratorium dan menyediakan lingkungan yang sesuai untuk terjadinya pembuahan dan pertumbukan awal embrio.
5. memindahkan embrio ke dalam rahim

Program bayi tabung memiliki tiga jenis metode atau teknik yang ketiganya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tekhnologi bayi tabung terdiri dari metode IVF atau In Vitro Fertilization, ICSI atau Intra Cytoplasmic Sperm Injektion dan IVM atau In Vitro Maturation.

Program bayi tabung itu sendiri telah mengalami perkembangan yang cukup pesat mulai dari pertama diperkenalkan pada tahun 1977 hingga kini di saat teknologi memudahkan segala hal.

Program bayi tabung ini sendiri telah mengalami perkembangan yang cukup pesat mulai dari pertama diperkenalkan pada tahun 1977 hingga kini di saat teknologi memudahkan segala hal.

Alhasil program bayi tabung menjadi sangat populer pada beberapa waktu belakangan ini. Hal ini dikarenakan teknologi bayi tabung yang semakin canggih dengan peluang yang semakin tinggi untuk mendapatkan bayi yang diinginkan oleh pasangan.

Seiring dengan membaiknya tingkat ekonomi negara-negara di dunia saat ini, maka penanganan dan kualitas pelayanan terhadap pengobatan infertilitas juga cenderung meningkat.

Bayi tabung menjadi solusi termahal saat ini, namun begitu banyak pasangan yang telah ataupun berencana mencobanya. Sampai sekarang telah ada jutaan bayi yang dilahirkan melalui proses bayi tabung.

Di Indonesia sendiri, terdapat kurang lebih 2000 anak yang telah dihasilkan sejak teknik ini ditemukan. Dahulu mungkin peluang bayi tabung tidak setinggi sekarang. Saat pertama dikenalkan, istilah bayi tabung adalah IVF atau In Vitro Fertilization.

Saat ini bayi tabung memiliki tiga teknik atau metode yaitu IVF atau In Vitro Fertilization, ICSI atau Intra Cytoplasmic Sperm Injektion dan yang terbaru dan sangat populer adalah metode bayi tabung  IVM atau In Vitro Maturation.

" Apa yang perlu anda ketahui tentang program bayi tabung?"


Program bayi tabung menjadi sangat populer pada beberapa ini. Hal ini dikarenakan teknologi bayi tabung yang semakin canggih dengan peluang yang semakin tinggi untuk mendapatkan bayi yang diinginkan oleh pasangan. 

Pasangan suami-istri yang mampu secara ekonomi dan telah mengupayakan segala cara untuk mencapai kehamilan namun tak kunjung mendapatkannya dalam rentang waktu bertahun-tahun biasanya melirik metode bayi tabung.

Apa yang perlu anda ketahui tentang bayi tabung? mari kita mulai dari pengertian bayi tabung itu sendiri. Bayi tabung adalah teknik pembuahan dimana ovum atau sel telur dibuahi di luar sistem reproduksi wanita. Bayi tabung sudah sejak lama menjadi metode masalah kesuburan pasangan, ketika metode yang lainnya tidak berhasil.

Secara umum, proses bayi tabung terdiri atas pengendalian ovulasi secara hormonal, pemindahan ovum dari indung telur/ovarium, pembuahan oleh sperma melalui medium cair. Sedangkan teknik bayi tabung dibagi menjagi tiga macam, yaitu IVF atau In Vitro Fertilization, ICSI atau Intra Cytoplasmic Sperm Injektion dan IVM atau In Vitro Maturation. 


Proses Bayi Tabung

Perlu diketahui bahwa proses bayi tabung bukanlah proses yang mudah, baik itu dari sisi medis maupun psikis pasangan. Sebelum memulai program bayi tabung pasangan dituntut kesiapannya, dari segi materi dan juga biaya.

Pasangan suami istri hendaknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter ahli bayi tabung. Konsultasi memungkinkan pemberian saran pada pasangan agar mempersiapkan mental mereka apapun hasil yang didapat dari program bayi tabung yang akan dijalani.

Setelah berkonsultasi, pasangan akan dicek kesehatan dan kesuburannya. Pasangan harus dalam kondisi sehat dari penyakit atau kondisi medis yang dapat mempengaruhi sistem reproduksi dan hormon tubuh, atau bahkan penyakit menular.
Selanjutnya adalah perangsangan indung telur agar dihasilkan banyak ovum atau sel telur untuk dibuahi. dokter akan memilih embrio yang terbaik untuk diletakkan dalam rahim istri

Untuk lebih jelasnya, perhatikan penjelasan tentang proses-proses yang dilakukan dalam program bayi tabung ini :

langkah 1.

Calon ibu akan diberikan obat-obatan penyubur yang bertujuan untuk mengontrol perwaktuan pematangan sel telur dan untuk meningkatkan peluang terbentuknya lebih dari 1 sel telur dalam 1 siklus haid. Proses ini disebut juga induksi ovulasi.

Jumlah sel telur yang lebih dari 1 lebih baik karena dalam banyak kasus sel tidak semua sel telur yang sudah diangkat dari ovarium tidak bisa dibuahi. Pembentukan sel telur dipantau dengan menggunakan USG untuk memeriksa ovarium. Selain itu pengujian sample urine atau darang juga dilakukan untuk memeriksa level hormon.


Langkah 2.

Sel-sel telur diangkat melalui prosedur operasi kecil. Tentu saja untuk mengurangi rasa sakit dan ketidaknyamanan, calon ibu akan diberikan anastesi/bius lokal.

Pencitraan ultrasound digunakan untuk mengarahkan jarum berongga ke ovarium calon ibu. Jarum berongga ini berfungsi untuk mengangkat sel-sel telur dari ovarium. Dalam beberapa kasus, calon ibu yang memulai prosedur ini mengalami kram pada hari operasi dilaksanankan, tapi rasa sakit ini akan jauh berkurang ke esokan hari nya,,,

Langkah 3
Sperma diambil setelah calon ayah mengalami ejakulasi dan dipersiapkan untuk dipertemukan dengan sel-sel calon ibu.

Langkah 4
proses ini disebut juga inseminasi yaitu proses dimana sperma dan sel-sel telur ditempatkan dalam inkubator dalam laboratorium. Inkubator ini memungkinkan terjadinya pembuahan. Dalam beberapa kasus dimana dokter menganalisa bahwa peluang terjadiya pembuahan sangat kecil, dilakukan prosedur intra cytoplasmic sperm injektion (ICSI). Melalui prosedur ini, 1 sel sperma langsung disuntikkan kedalam 1 sel telur sedemikian rupa sehingga terjadi pembuahan. Sel-sel terus aakan terus dipantau untuk memastikan terjadinya pembuahan dan pembelahan sel. Ketika pembelahan terjadi, maka sel telur yang sudah berhasil dibuahi dianggap sebagai embrio.

Langkah 5

Embrio (-embrio) yang terbentuk dipindahkan ke rahim calon ibu dalam 1-6 hari setelah pembentukan, tetapi dalam kebanyakan kasus pemindahan embrio dilakukan dalam 2-3 hari setelah pengambilan sel telur dari ovarium. Pada tahap ini, sel telur yang terbuahi sudah membelah menjadi embrio dengan 2 atau 4 sel.

Proses pemindahan embrio dilakukan dengan menggunakan alat yang disebut spekulum yang dimasukkan melalui vagina untuk membuka jalan menuju mulut rahim.

Embrio-embrio yang sudah dipilih kemudian ditempatkan dalam cairan dan dialirkan secara perlahan melalui kateter ke dalam rahim. Untuk memantau dan mengarahkan embrio-embrio tersebut di gunakan USG. Prosedur ini biasanya tidak menyebabkan rasa sakit, namun beberapa calon ibu merasakan sensasi kram ringan.

Setelah melalui kelima langkah ini, calon ibu harus beristirahat penuh dan memantau tanda-tanda awal kehamilan. Untuk mengetahui apakah proses bayi tabung berhasil dan kehamilan terjadi atau tidak, calon ibu akan menjalani pemeriksaan usg dan pemeriksaan sampel urine/darah.

Hal yang perlu anda ketahui tentang bayi tabung tidak terbatas pada proses dan teknik saja, melainkan juga resiko dan peluangnya. Saat berkonsultasi, bicarakan mengenai resiko yang mungkin anda dan pasangan anda alami saat proses inti bayi tabung, serta berapa persen peluang keberhasilannya.

In Vitro Fertilization (IVF)

Bayi tabung adalah teknik pembuahan dimana ovum atau sel telur dibuahi diluar sistem reproduksi wanita. Bayi tabung sudah sejak lama menjadi metode mengatasi masalah kesuburan pasangan, ketika metode yang lainnya tidak berhasil.

Secara umum proses bayi tabung terdiri atas pengendalian ovulasi secara hormonal, pemindahan ovum dari indung telur/ovarium, pembuahan oleh sperma melalui medium cair.

Seiring dengan berjalannya waktu, teknologi bayi tabung memang terus mengalami perkembangan. Dari tiga macam teknologi bayi tabung yang ada saat ini, yang pertama kali ditemukan atau dijalankan adalah in Vitro Fertilization (IVF). Bahkan istilah bayi tabung pun sering disebut sebagai IVF.

Lalu bagaimana sebenarnya metode bayi tabung In Vitro Fertilization (IVF) itu sendiri ?

Pada teknik IVF, sebanyak 50 ribu hingga 100 ribu sel sperma dipertemukan dengan sel telur melalui media cawan petri dan berisu medium kultur agar terjadi pembuahan.

Teknik IVF pertama kali ditemukan oleh robert Edward. Ia adalah ilmuan inggris di era tahun 1950-an. Robert melakukan riset berasama dengan seorang ahli bedah, kandungan, yaitu pastrick Steptoe.

Metode tersebut berhasil dan akhirnya menghasilkan seorang bayi perempuan yang sehat bernama, louise Brown. Bay itersebut lahir  pada bulan juli, tanggal 25 tahun 1978 di inggris.

Sebagai bayi pertama yang dihasilkan dari metode IVF, louise tumbuh normal layaknya bayi-bayi yang dihasilkan melalui kehamilan normal. Louise bahkan sekarang berhasil melahirkan anak bayi laki-laki melalui proses persalinan normal. Sampai saat ini, telah ada kurang lebih empat juta bayi di dunia yang dilahirkan melalui teknik IVF.



Metode bayi tabung In Vitro Fertilization memiliki kelebihan tersendiri diantara teknik-teknik yang lain, yaitu proses yang mudah dan biayanya yang relatif terjangkau. terlebih lagi, tidak ada manipulasi yang dilakukan pada pada sel telur, jadibersifat alami.

Sementara itu, kekurangannya adalah jika sperma suami bermasalah, maka sperma tidak bisa menembus sel telur dan pembuahan tidak mungkin bisa tercapai.

Umumnya, banyak masyarakat awam yang tidak mengetahui secara mendetail tentang teknik bayi tabung  IVF, dan seringkali menyamakan dengan inseminasi buatan. Padahal keduanya sangat berbeda walaupun memang kedua metode ini terdiri atas penggunaan sel telur serta sel sperma dari pasangan yang menginginkan anak.

Dibanding dengan inseminasi buatan, IVF adalah prosedur yang lebih kompleks dan melibatkan proses pengumpulan sperma dan juga sel telur dari pasangan.

Sel Sperma dan ovum kemudian diletakkan didalam cawan petri supaya terjadi pembuahan. Setelah ovum dibuahi lalu membentuk embrio, embrio itu kemudian ditempatkan di dalam rahim sang istri setelah kurang lebih 5 hari sejak pembuahan. Dibandingkan dengan inseminasi buatan, tingkat keberhasilan metode IVF sangat tinggi.

Disisi lain, inseminasi buatan yakni proses peletakan sperma suami kedalam rahim istri. Namun sebelum dimasukkan ke rahim, sel sperma harus dibawa ke laboratorium untuk dipisahkan antara sel sperma berkualitas dengan yang tidak berkualitas.

Sperma yang terbaik lalu digunakan dalam prosedur inseminasi buatan. Di saat yang tepat/masa subur, sperma dimasukkan ke dalam rahim istri dengan bantuan kateter.

Inseminasi buatan cukup sederhana, dan biasanya digunakan oleh pasangan dengan kasus sperma rendah, ejakulasi dini atau impotensi. Prosedur ini juga biasa digunakan pasangan lesbian di luar negeri yang menginginkan anak.

Pada dasarnya prinsip kerja utama dalam teknik IVF ini adalah dengan pengambilan sel telur melalui pengisapan folikel matang dari indung telur kemudian melalui proses di laboratorium sel telur tersebut dieramkan dalam inkubator. Kemudian ditambahkan sel sperma dengan kualitas terbaik sehingga terjadi inseminasi.

Bila terjadi pembuahan dan terbentuk embrio, dokter akan memilih empat embrio t


erbaik untuk ditanamkan kembali ke rahim.

Keunggulan dari teknik IVF adalah lebih mudah dilakukan, biaya yang dikeluarkan lebih ringan dan tidak terjadi manipulasi sel telur, sehingga lebih alami prosesnya. Sementara kelemahannya adalah jika kualitas sperma buruk maka sel sperma tetap tidak bisa membuahi sel telur.

Untuk mengurangi kejadian kelainan fisik atau mental pada janin yang disebut  pre-implantation Genetic Diagnosis (PGD). Dengan cara ini, dapat diseleksi embrio mana yang memiliki kelainan atau tidak, jadi hanya embrio yang baik saja yang akan ditransfer ke dalam rahim. Namun agama-agama tertentu tidak setuju dengan teknik ini.

ICSI (Intra Cytoplasmic Sperm Injection)

Teknik lain dalam bayi tabung ini adalah ICSI (Intra Cytoplasmic Sperm Injection). Teknik ICSI adalah teknik bayi tabung kedua yang diperkenalkan oleh Belgia dan masih tergolong baru. Jauh sebelumnya, teknik bayi tabung hanya IVF saja, baru setelah opsi yang lain yang dikenal sebagai ICSI dan IVM.

Metode bayi tabung ICSI dilakukan dengan cara menginjeksikan sebuah sel sperma kedalam sebuah sel telur atau ovum, sehingga pembuahan bisa terjadi.

Dibanding dengan merode IVF, kelebihan teknik ICSi adalah kemampuannya membantu pria yang mengalami masalah kesuburan tertentu, seperti kasus azoospermia atau tidak adanya sel sperma yang dikeluarkan bersama air mani, atau kasus sperma kurang dan kualitas sperma yang tidak bagus.

Dulu, bayi tabung tidak bisa memberikan peluang kehamilan pada pasangan yang memiliki jumlah sperma rendah atau tidak berkualitas, karena metode IVF memerlukan 50 ribu hingga 100 ribu sel sperma dengan kualitas yang baik.

Tapi sejak adanya ICSI, para suami yang memiliki masalah dengan jumlah dan mutu sperma kini dapat memiliki keturunan, asalkan mampu secara mental dan ekonomi.

Dalam metode bayi tabung ICSI, hanya dibutuhkan satu saja sel sperma dengan kualitas terbaik. Melalui pipet spesial, sel sperma tersebut kemudian disuntikkan ke dalam sebah sel telur yang dinilai memiliki kualitas terbaik.

Selanjutnya, langkah-langkahnya sama dengan metode IVF, yaitu menanamkan embrio berjumlah 1 hingga 3 embrio. Setelah embrio tersebut berhasil dimasukkan dalam rahim calon ibu tetap tinggal di rumah sakit selama kurang lebih 1 malam.

Teknik bayi tabung ICSI pada kenyataannya harus didukung dengan sistem pengambilan sperma yang langsung dari testis atau disebut juga teknologi simpan beku sperma.

Dibandingkan teknik konvensional IVF, teknik ini memang lebih rumit dan sulit dilakukan dan membutuhkan alat khusus bernama Micromanipulator. Oleh karena itu, tidak kaget bila teknik ICSI membutuhkan biaya yang lebih mahal.

Menurut sumber terpercaya, diindonesia telah diterapkan metode ICSI sejak tahun 1995 dan sudah berhasil melahirkan bayi pertama pada bulan mei tahun 1996.

Dengan adanya teknik ICSI, keberhasilan bayi tabung menjadi yaitu sebesar 30-40% dan yang paling sering berhasil adalah pada pasangan usia subur.

Bagi anda yang hendak mencoba program bayi tabung, disarankan untuk memilih teknik ICSI karena tingkat keberhasilan yang tinggi. Akan tetapi bila sperma pasangan anda tidak bermasalah, maka IVF pun cukup untuk membantu anda memperoleh buah hati yang anda inginkan.

Teknik bayi tabung lainnya adalah IVM ( In Vitro Maturation)
IVM ini adalah teknik bayi tabung yang paling baru. Prinsip kerja IVM ini adalah dengan mematangkan sel telur terlebih dahulu di laboratorium sebelum dibuahi.

sebenarnya apa itu IVM ?

IVM adalah teknik atau metode bayi tabung yang dilakukan dengan cara mematangkan ovum atau sel telur didalam di laboratorium sebelum kemudian dibuahi lalu dipindahkan jika telah menjadi embrio ke dalam rahim calon ibu.

Keberhasilan kehamilan yang pertama kalinya didapatkan dari teknik IVM terjadi pada 1991 dan dilakukan oleh Cha yang berasal dari korea. Saat itu, oosit diambil dengan cara biopsi ovarium pada  saat melakukan operasi C-suction atau sesar.

Selanjutnya pada tahun 2004 telah dilaporkan kelahiran bayi dari teknik IVM pada wanita dengan SOPK yaitu sindroma ovarium polikistik, dimana sel telur gagal matang atau ovulasi.

Dengan adanya teknik IVM, keberhasilan program bayi tabung sekarang ini sangat memuaskan. Resiko-resiko yang dapat terjadi di teknik-teknik yang konvensional pun dapat diminimalisir jika menggunakan teknik IVM.

Tingkat keberhasilan yang tinggi dapat dilihat dari beberapa negara, yaitu francis, jepang, skandinavia (swedia, Finlandia) vietnam dan kanada.

Di asia tenggara, metode IVM baru dilakukan di vietnam dan Indonesia. Sedangkan malaysia, singapura dan thailand belum ada berita mengenai pasangan yang mencoba teknik IVM.

Apa yang membedakan Metode bayi tabung IVM dengan teknik Bayi tabung yang lain?

IVM adalah teknik bayi tabung terpopuler yang lebih aman dan mudah daripada teknik yang lain. Selain itu, biaya terjangkau serta hasilnya yang menjanjikan.

Bedanya dengan teknik konvensional IVF adalah : pada IVM hanya sedikit sekali pengobatan hormon atau bahkan tidak ada sama sekali.

Pada teknik konvensional IVF, sang istri atau si calon ibu diberikan pengobatan hormon dalam rentang waktu beberapa minggu agar dapat menumbuhkan serta mematangkan sel telur di ovarium atau indung telur. Proses pemberian hormon inilah yang membutuhkan biaya cukup besar, karena itu bagi pasangan dengan dana yang terbatas, teknik ini kurang diminati.

Kelebihan teknik IVM ini antara lain :
1. Biaya relatif murah dibandingkan teknik IVF
2. Tingkat keberhasilan termasuk kategori memuaskan
3. Prosedur kerja sederhana (tidak ribet)
4. hanya perlu dilakukan dalam satu siklus haid saja sehingga minimal dalam hal pengunaan obat hormonal.

Kira-kira berapa Biaya yang harus kami keluarkan untuk melakukan Program bayi tabung ini dok ?

Seringkali pasangan suami istri menanyakan kepada saya tentang berapa persisnya biaya yang mesti dikeluarkan untuk program bayi tabung ini. Ini jelas pertanyaan yang tidak mudah untuk saya jawab karena tiap rumahs akit tentu berbeda dalam hal penentuan biaya.

Silahkan anda mencari daftar rumah sakit yang memberikan pelayanan untuk bayi tabung karena sudah ada berbapa rumah sakit yang sering melakukan pelayanan bayi tabung di Indonesia.

Resiko Program Bayi Tabung


Segala hal yang di usahakan oleh manusia secara tidak alami memang memiliki resiko. Begitu juga dengan program bayi tabung.

Meski semakin banyak pasangan yang memiliki masalah kesuburan atau susah punya anak memanfaatkan metode bayi tabung dengan tingkat keberhasilan tinggi, hal ini bukan berarti tanpa resiko.

Program bayi tabung merupakan suatu teknik reproduksi rekayasa atau  berbantu dengan cara mempertemukan sel telur istri dengan sperma suami di luar tubuh atau melalui media cair. Karena terjadinya tidak alami, resiko program bayi tabung tentunya beragam.

Perlu diketahui bahwa proses bayi tabung bukanlah proses yang mudah, baik itu dari sisi medis maupun psikis pasangan. Sebelum memulai program bayi tabung, pasangan dituntut kesiapannya, dari segi mental dan biaya. Hal ini dikarenakan peluang untuk mendapatkan kehamilan ddengan proses bayi tabung dipengaruhi oleh banyak faktor, sperti usia wanita, lamanya gangguan kesuburan, cadangan sel telur, riwayat kehamilan, dan juga tenaga medis dan peralatan yang digunakan.

Selain peluang kehamilan, ada beberapa risiko yang bisa saja terjadi pada pasangan yang sedang mengikuti bayi tabung, apakah itu metode IVF atau In vitro Fertilization, ICSI atau Intra Cytoplasmic Sperm Injection dan IVM atau In vitro Maturation.

Bedasarkan pendapat para ahli, ada beberapa resiko yang harus dipersiaplan oleh pasangan suami istri yang telah menetapkan untuk mengikuti program bayi tabung.

Resiko program bayi tabung yang pertama adalah kemungkinan terjadinya stimulasi terhadap ovarium atau indung telur secara berlebihan. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya penumpukan cairan di dalam rongga perut perempuan dan mengakibatkan beberapa keluhan, yaitu rasa mual, kembung, muntah dan  juga tidak nafsu makan.

Lalu bagaimana solusinya ?

Solusinya adalah pemantauan yang rutin pada masa stimulasi, sehingga resiko tersebut diharapkan tidak terjadi. Kalaupun tetap terjadi, ada tindakan pengelolaan yang tepat untuk mengatasi keadaan itu.

Resiko yang kedua adalah ketika pengambilan sel telur atau ovum yang dilakukan dengan menggunakan jarum akan menimbulkan resiko infeksi, pendarahan dan juga resiko  jarum mengenai usus, kandung kemuh ataupun pembuluh darah. resiko ini bisa diminimalisir dengan melakukan persiapan yang baik serta penduan teknologi ultrasonografi, agar keadaan tersebut dapat dihindari.

Hal-hal lain yang termasuk dalam resiko program bayi tabung adalah resiko kehamilan di luar kandungan dan resiko keguguran. Akan tetapi resiko-resiko tersebut bisa diatasi melalui pemberian hormon serta pemindahan embrio dengan menggunakan panduan ultrasonografi.

Wanita yang menjalani proses bayi tabung juga beresiko mengalami kejadian bayi kembar lebih dari 2 kali lebih besar. Resiko ini bisa meningkat karena banyak nya embrio yang ditempatkan ke dalam rahim.
Selain itu ini juga akan memberikan resiko persalinan prematur dengan memerlukan perawatan yang lama. Namun anda jangan kwatir, dengan pertimbangan yang matang mengenai usia istri serta pembatasan banyak embrio yang akan dimasukkan ke dalam rahim wanita, resiko tersebut dapat dikurangi.

Faktor resiko yang terakhir adalah mahalnya biaya yang akan dikeluarkan oleh pasangan yang menjalani proses bayi taung. Selain itu pasangan juga beresiko mengalami kelelahan fisik.

Yang paling penting untuk dipersiapkan adalah kesiapan mental pasangan, karena mereka beresiko mengalami stress emosional saat menyikapi antara harapan mereka dan kenyataan atau hasil program apabila tidak sesuai dengan harapan.

Oleh karena itu pasien pun juga diseleksi dan setelah itu diberi penjelasan yang holistik mengenai resiko, peluang  dan prosedur program bayi tabung yang akan mereka jalani. Dengan ini diharapkan pasangan paham dan mau menerima segala resikonya.

Pemeriksaan Kondisi Dalam Rahim dan Saluran Telur


Tes Insuflasi Tuba

Tes ini biasa disebut oleh awam sebagai tes tiup. Gas karbondioksida di tiupkan ke dalam rongga rahim dan tekanannya di ukur. Bila tidak ada sumbatan, gas akan lewat dengan bebas dan akan menimbulkan nyeri pada pundak.

Dengan cara ini, diharapkan dapat menghilangkan sumbatan kecil pada saluran rahim misalnya perlengketan. Tapi cara ini sudah jarang dilakukan karena hasilnya yang tidak bisa dipercayai.

Histerosalfingografi atau HSG

cara cepat hamilPemeriksaan ini dilakukan oleh ahli radiologi untuk mengetahui kondisi saluran telur, dengan cara menyuntikkan cairan khusus ke dalam rahim  dan saluran telur kemudian dinilai dengan menggunakan sinar-x bila terdapat sumbatan.

Dalam proses HSG akan dilakukan penyemprotan cairan mengandung zat kontras ke dalam rongga rahim melalui vagina. Setelah itu akan dilakukan foto rontgen untuk melihat apakah zat kontras yang tadi berhasil masuk ke saluran telur atau tidak.

Apabila zat kontras berhasil masuk berarti saluran telur tidak mengalami perlengketan atau penyumbatan. Begitupun halnya bila zat kontras tidak masuk, maka kemungkinan terjadi penyumbatan.

Untuk mendapatkan hasil HSG yang baik, pemeriksaan ini idealnya dilakukan di hari ke 9 , ke 10 atau ke 11 siklus haid yang terhitung sejak hari pertama haid. Pemeriksaan ini harus dilakukan setelah haid.

Rasa nyeri bisa anda rasakan ketika menjalani pemeriksaan HSG. Tapi tidak usah kwatir, bila anda ingin mengurangi rasa nyeri, anda bisa meminta dilakukan pembiusan lokal pada dokter yang bersangkutan.

Selain melalui HSG, sebetulnya ada metode pemeriksaan lain yang dapat dilkakukan untuk mengetahui apakah saluran telur seorang wanita tersumbat atau tidak yaitu dengan melakukan pertubasi.

Pertubasi adalah proses pengaliran zat CO2 (karbondioksida atau zat asam arang) atau yang juga sering digunakan adalah cairan yang mengandung antibiotik dan anti peradangan . Cairan ini dialirkan melalui leher rahim.

proses pemeriksaan inilah yang sering disebut oleh kalangan awam dengan istilah "ditiup"

Dalam proses pertubasi tekanan gas yang diukur sewaktu peniupan menjadi penentu apakah saluran telur seseorang tersumbat atau tidak. Jika proses HSG bisa menimbulkan rasa nyeri, pada proses pertubasi, gas yang masuk akan terasa hangat. Adapun mengenai waktu untuk dilakukannya pemeriksaan adalah sama seperti HSG, yakni hari ke -9, 10 dan 11 di hitung dari hari pertama haid.

Dari segi hasil pemeriksaan, HSG juga berbeda dengan pertubasi. Dengan HSG, data dapat terlihat langsung melalui hasil rontgen, jadi sifatnya lebih objektif dibandingkan dengan hasil pemeriksaan pertubasi.

Lokasi sumbatan pun dapat diketahui dengan jelas letaknya pada hasil HSG. Sedangkan pada pertubasi, kita tidak dapat mengetahui lokasi sumbatan. Kita hanya bisa mengetahui ada atau tidaknya sumbatan melalui perbedaan tekanan gas saat dialirkan.

Salah satu kelebihan dari HSG adalah dari segi fungsi. Selain untuk menengakkan diagnosis, HSG juga dapat berfungsi sebagai tindakan pengobatan (terapeutik).

Ini terjadi karena tindakan mengalirkan cairan yang mengandung zat kontras tadi akan memberi daya dorong yang diharapkan mampu membuka sumbatan-sumbatan yang ada sehingga saluran telur yang tersumbat bisa menjadi tidak tersumbat lagi.

Selain itu zat kontras yang digunakan juga berfungsi untuk menghambat pertumbuhan kuman. Namun perlu diingat bahwa hal ini hanya berlaku jika saluran telur mengalami perlengketan ringan.

Meskipun demikian HSG tidak dianjurkan untuk dilakukan secara berulang karena efek radiasi yang timbul dikhawatirkan bisa memberi efek buruk bagi wanita yang menjalaninya.

Salah satu alternatif lain yang banyak dipilih saat ini adalah hydrosonografi. Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengalirkan cairan kontras melalui vagina ke dalam saluran rahim. cairan yang umum digunakan adalah cairan normal-saline.

Berbeda dengan proses HSG, hasil pemeriksaan hydrosonografi dapat langsung dilihat melalui monitor saat pemeriksaan dilakukan. Karena pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan alat bantu USG, maka pasien juga bisa ikut mengetahui secara langsung lokasi penyumbatan di saluran telur.

Pemeriksaan HSG juga tidak memberikan hasil memuaskan, karena kadang-kadang dengan HSG ditemukan adanya sumbatan tetapi sesudah dilaparaskopi atau pembedahan ternyata tidak terdapat sumbatan pada saluran telur.

Hidrointubasi

Prinsip pemeriksaan ini mirip dengan tes insuflasi, tetapi disini digunakan cairan.
cairan yang digunakan dalam pemeriksaan hidrointubasi ini biasanya mengandung antibiotik kanamycin dan deksamethason.

Laparoskopi

Sampai saat ini, tindakan laparaskopi masih dianggap sebagai pemeriksaan yang paling baik untuk menilai kondisi dalam rahim.

Walaupun tindakan ini relatif aman, tetapi karena merupakan suatu tindakan pembedahan, maka membutuhkan persetujuan dari pihak pasien.
Dengan laparaskopi, dapat dilihat secara langsung kondiri saluran telur apakah benar-benar terdapat sumbatan atau tidak, apakah ada kista pada indung telur, ataupun adanya terlihat bercak-bercak endometriosis yang tidak bisa ditemukan dengan USG.

Pada umumnya, laparaskopi dilakukan dengan histereskopi, yaitu suatu cara untuk memeriksa kondisi dalam rahim dengan menggunakan alat sperti tabung yang lendur dengan lampu dan lensa yang masukkan melalui vagina untuk melihat dinding dalam rahim dan saluran telur.


Analisa Sperma

Karena masalah infertilitas tidak terletak pada pihak wanita saja, maka analisa sperma harus dilakukan pada tahap awal. Banyak pria yang menilak melakukan pemeriksaan ini dengan alasan merasa dirinya merasa normal karena dapat menghasilkan air mani yang cukup. Tetapi volume air mani atau semen saja tidak dapat menggambarkan kualitas sperma tersebut.

Cairan semen diperiksa dalam waktu dua atau tiga jam setelah dikumpulan untuk mencegah sperma mati dan hasil pemeriksaan yang salah. Cairan semen dikatakan normal apabila terkumpul 2-5 ml dengan jumlah sperma lebih dari 20 juta, pergerakan lebih dari 40% dalam 6-8 jam, bentuk sperma yang tidak normal ditemukan kurang dari 20% dan kandungan fruktosa 1200 -4500 mikrogram/ml.



Pemeriksaan sperma sangat penting, karena bila ditemukan kelainan, maka pemeriksaan dan penangan selanjutnya lebih diarahkan kepada pria.

Upaya hamil dengan bantuan dokter


Setelah mencoba upaya hamil mandiri namun belum membuahkan hasil, anda perlu memikirkan solusi selanjutnya, yaitu dengan memeriksakan diri anda dan pasangan anda ke dokter spesialis kandungan.
Konsultasi dan pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter spesialis kandungan akan sangat membantu anda dalam mengetahui penyebab ketidaksuburan anda dalam waktu yang lebih singkat.

Disinilah gunanya anda membaca buku/blog ini, sehingga dengan berbekal informasi dari buku ini, konsultasi anda dengan dokter akan lebih lancar karena anda sudah mengerti dengan kondisi anda dan bahkan anda sudah melakukan beberapa pemeriksaan sederhana pada diri anda sendiri. Dengan berdasarkan pada hasil konsultasi, dokter kemudian akan melakukan beberapa pemeriksaan dan menangani sesuai dengan penyebabnya.

Pada saat memeriksa anda, dokter akan berusaha mencari tahu gambaran umum kondisi kesehatan anda dan pasangan anda. Ini dimaksudkan agar nanti bisa dilakukan terapi untuk masalah kesehatan yang ada sebelum anda melakukan program hamil.
Bila ternyata dalam pemeriksaan ditemukan adanya potensi penyakit tertentu, bisa langsung dicegah/ditangani oleh dokter sebelum potensi penyakit tersebut menjadi lebih parah dan memperkecil kemungkinan hamil.

Berikut beberapa proses dan pemeriksaan yang biasanya didapatkan dalam upaya hamil lewat bantuan dokter:

1.      Anamnesis (Proses Tanya Jawab) dan pemeriksaan Fisik

cara cepat hamilPertama-tama, sebelum anda dan pasangan anda menjalani serangkaian pemeriksaan, dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan kepada anda dan pasangan anda. Proses ini disebut dengan keluhan anda.

Saat anda datang ke dokter, pertama dokter akan menanyakan keluhan dan beberapa hal yang berhubungan dengan keluhan anda.
Dari jawaban-jawaban anda akan didapatkan informasi tentang riwayat penyakit sebelumnya, riwayat operasi bila ada, dan kebiasaan-kebiasaan anda. Informasi yang didapatkan akan mempermudah dokter untuk melakukan pemeriksaan selanjutnya.
Ada banyak kemungkinan pertanyaan yang akan diajukan oleh dokter. Jadi sebaiknya anda mempersiapkan dengan mengingat semua informasi penting mengenai kondisi terakhir anda.

Sebelum memulai pemeriksaan, dokter akan berusa semaksimal mungkin untuk mengumpulkan informasi lengkap tentang riwayat kesehatan anda. Termasuk di dalamnya tentang riwayat kesehatan keluarga, pekerjaan, lingkungan dan suasana tempat kerja anda, pola makan, gaya hidup, aktivitas fisik sehari-hari, dan lain-lain.
Kemudian setelah informasi tentang riwayat kesehatan sudah dirasa cukup, maka dokter akan mulai menanyakan hal-hal yang lebih spesifik , MISALNYA:


“Apakah haid anda teratur ?”

Jawaban anda untuk pertanyaan ini bisa merujuk kepada berbagai kemungkinan untuk dianalisa oleh dokter. Haid yang tidak teratur bisa berarti anda kemungkinan bisa mengalami kelainan ovulasi, endometriosis, masalah kelenjar tiroid, masalah menopouse yang dini, dan lain-lain.

"Kapan menstruasi pertama kali?"

Jawaban anda untuk pertanyaan ini bisa diketahui apakah anda mengalami masalah hormonal atau tidak. Bila anda dulu terlambat mendapatkan haid pertama, maka ada kemungkinan anda mengalami masalah hormonal.

"Apakah ketika haid atau saat sedang berhubungan intim, anda merasakan sakit?"

Jawaban anda untuk pertanyaan ini bisa membimbing analisa dokter. Rasa sakit yang dialami pada saat haid atau pada saat berhubungan intim bisa mengarah ke kemungkinan anda menderita penyakit radang panggul.

Banyak pertanyaan-pertanyaan lain yang akan diajkukan dokter sebelum memulai memeriksa anda. Pertanyaan pertanyaan lain biasanya seperti ini :

  • Apakah sebelumnya anda pernah hamil?
  • Apakah anda pernah mengalami kecelakaan atau cedera?
  • Apakah anda pernah melakukan pemeriksaan pap smear? bila ya, bagaimana hasil pemeriksaannya?
  • Apakah dikeluarga anda memang terdapat beberapa kasus ketidaksuburan di anggota keluarga lain?
  • Apakah anda pernah menggunakan kontrasepsi? Bila ya, jenis kontrasepsi apa yang anda atau pasangan anda gunakan?
  • Dan pertanyaan-pertanyaan lainya.. yang di anggap perlu untuk lebih mengarahkan dugaan penyakit atau masalah yang di derita.
Ketika konsultasi dengan dokter, janganlah anda merasa malu atau berusaha menyembunyikan sesuatu.
Itu akan sangat merugikan anda sendiri...

Ini memang sering terjadi. Pasien merasa malu untuk mejelaskan kondisinya kapada dokter. Ini memang bisa dimaklumi karena pertanyaan-pertanyaan yang diajukan hampir semua menyangkut hal-hal yang bersifat sangat pribadi.

Contohnya, dokter mungkin akan merasa perlu menanyakan tentang aktivitas seks anda di saat sebelum menikah dan saat setelah menikah. Ini bukanlah pertanyaan iseng. Pertanyaan ini bisa mengarahkan dokter untuk menganalisa adanya kemungkinan anda terjangkit penyakit menular seksual (PMS).
Seringkali pasien merasa kehidupan seksnya di masa lalu berusaha diekspos oleh dokter. Tapi ingat, anda bukan selebriti dan dokter bukan wartawan infotaiment. Anda dan dokter berada di ruangan yang sama untuk satu tujuan : membantu anda untuk sesegera mungkin bisa hamil.

Informasi mengenai aktivitas seks anda sangat dibutuhkan karena beberapa penyakit menular seksual (PMS) tidak menampakkan gejala yang bisa dilihat langsung.

Percayalah, para dokter bekerja secara profesional di bawah sumpah dokter yang telah mereka ucapkan. Tidak ada maksud untuk mempermalukan pasien atau sekedar iseng mengorek keterangan yang tidak penting.

Beberapa pertanyaan yang biasa ditanyakan dokter tentang riwayat kehidupan seks dan gaya hidup anda, contoh pertanyaan tersebut antara lain :

  • Apakah anda berhubungan seks dengan orang lain selain pasangan anda?
  • Pernahkah anda berhubungan seks dengan banyak pasangan dalam beberapa tahun terakhir?
  • Apakah anda dan pasangan anda sudah pernah melakukan uji HIV?
  • Apakah sebelumnya anda pernah ada riwayat ataukah masih menggunakan narkoba ?
Kejujuran dan keterbukaan anda adalam menjawab pertanyaan dokter sangat membantu keberhasilan terapi di tahap selanjutnya.

Setelah tahap anamnesis (tanya jawab) selesai, kemudian dokter akan melakukan pemeriksaan fisik. pemeriksaan fisik ini meliputi pemeriksaan menyeluruh mulai dari kepala dan terutama organ-organ reproduksi anda. Dari pemeriksaan fisik ini, akan diketahui kondisi anda apakah ada tanda-tanda penyakit tertentu atau adanya gejala ketidakseimbangan hormon.


2.      Analisa Hormonal
Langkah berikutnya adalah pemeriksaan hormonal. Pemeriksaan ini dilakukan bila dari anamnesis dan pemeriksaan fisik ditemukan adanyan gangguan haid atau bila ditemukan gangguan ovulasi. Kesuburan seorang wanita dapat diketahui dari pemeriksaan hormon-hormon yang penting dalam proses reproduksi.

3.      Uji Pasca Sanggama (UPS)
Uji pasca Sanggama (UPS) ini akan memberikan informasi tentang interaksi antara sperma dengan lendir mulut rahim. UPS dilakukan sekitar 2-3 hari sebelum ovulasi, atau di saat lendir mulut rahim encer, dengan pemeriksaan lendir mulut rahim seperti yang dijelaskan sebelumnya.

Setelah bersanggama 2-12 jam, lendir mulut rahim diambil didaerah leher rahim, kemudian pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan mikroskop.

UPS dikatakan positif bila ditemukan paling sedikit 5 sel sperma. UPS dapat memberikan gambaran tentang kualitas sperma, fungsi lendir mulut rahim, dan keramahan lendir mulut rahim terhadap sperma. Pemeriksaan ini sudah jarang dilakukan.

4.      Penilaian Ovulasi
Walaupun penilaian ovulasi dan masa subur dapat anda lakukan sendiri di rumah dengan menggunakan alat tes ovulasi, tetapi ada cara lain yang lebih akurat bisa dilakukan oleh dokter. Salah satunya dengan pemeriksaan Ultrasonografi (USG) transvaginal. Dengan USG transvaginal, dokter akan menilai bila sudah ada satu volikel yang matang, sehingga dapat menentukan masa subur dengan lebih tepat.

Selain itu, pemeriksaan USG juga dapat mendeteksi bila ada kelainan misalnya kista atau tumor di indung telur dan rahim.

 5. Pemeriksaan bakteriologi

Seperti dijelaskan sebelumnya, infeksi merupakan salah satu penyebab infertil karena infeksi yang tidak diobati akan menyebabkan perlengketan saluran telur.

karena itu, pemeriksaan bakteriologi pada vagina dan mulut rahim merupakan salah satu rangkaian tes yang harus anda jalani dalam proses pemeriksaan ini.






GRATIS

cara cepat hamil

Popular Posts

Total Tayangan Halaman